Senin, 28 Mei 2012



VITAMINC
Pengertian

Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan semakin sering dijumpai. Oksidasi akan terhambat bila vit C dibiarkan dalam keadaan asam atau pada suhu rendah. Kelenjar adrenalin mengandung vit C yang sangat tinggi. Kelebihan vit C dibuah melalui air kemih.Vitamin C berhasil di isolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini.

Sumber-sumber utama

Sayuran dan buah-buahan terutama buah segar dan buah yang mentah. Misalnya: Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol (kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi dll. 

Peran Vit C

Vitamin C diperlukan untuk:
1.      menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.
Buah jeruk, salah satu sumber vitamin C terbesar.
2.   Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran.
3.      Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebabkanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukannitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.

Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulutmaupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, sepertikolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah me
rokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.
Farmakokinetika
·         Absorbsi oral nya mudah,distribusilus dengan kadar tertinggi dalam kelenjar dan terendah dalam otot dan jaringan lemak
·         Kebutuhan sehari:35 mg pada bayi,60 mg pada orang dewasa
·         Kebutuhan meningkat  300-500 % pada : Penyakit infeksi,TBC,tokak peptik,neoplasma,pasca bedah atau trauma,hipertiroid,kehamilan dan laktasi,
·         Tetrasiklin ,Fenobarbital dan silsilat:mempercepat ekskresinya
Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beranekabuah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega,kentang, ikan, dan hati.

Kekurangan vitamin C 

Kebutuhan akan
 Vitamin C meningkat secara berarti dan merupakan resiko terjadinya kekurangan pada berbagai keadaan berikut: 
- Kehamilan
 
- Menyusui
 
- Tirotiksikosis (hiperaktivitas kelenjar tiroid)
 
- Berbagai jenis peradangan
 
- Pembedahan
 
- Luka bakar.
 
Pada bayi yang berusia 6-12 bulan, kekurangan Vitamin C dalam susu formula atau makanan padatnya dapat menyebabkan scurvy. 
Gejala awalnya berupa rewel, nyeri jika badannya bergerak, kehilangan nafsu makan dan tidak mengalami penambahan berat badan.
 
Tulang-tulangnya tipis/kecil dan sendi-sendinya menonjol.
 
Yang khas adalah terjadinya perdarahan dibawah jaringan pelindung tulang dan di sekitar gigi.
Pada orang dewasa, scurvy bisa terjadi apabila melakukan diet, yang hanya mengandung daging dan tepung atau teh, roti bakar dan sayuran kalengan, yang kesemuanya merupakan makanan yang khas dimakan oleh orang tua yang tidak bernafsu makan. 
Setelah beberapa bulan mengkonsumsi makanan tersebut, akan terjadi perdarahan dibawah kulit, terutama di sekitar akar rambut, dibawah kuku jari tangan, di sekitar gusi dan di dalam persendian. Penderita akan tampak depresi, lelah dan lemah. Tekanan darah dan denyut jantung menjadi naik turun (berfluktuasi). Pemeriksaan darah menunjukkan kadar
 
Vitamin C yang sangat rendah. Pada bayi dan orang dewasa, scurvydiobati dengan Vitamin C dosis tinggi selama 1 minggu, diikuti dengan dosis yang lebih rendah selama 1 bulan.
Kelebihan vitamin c
Vitamin C dosis tinggi (500-10.000 miligram) telah dianjurkan untuk mencegah common cold, skizofrenia, kanker, hiperkolesterolemia dan aterosklerosis. 
Tetapi hal ini belum mendapatkan dukungan ilmiah yang cukup.
 
Dosis yang melebihi 1000 miligram/hari menyebabkan:
 
-
 diare 
- batu ginjal pada orang-orang yang peka
 
- perubahan siklus menstruasi.
Beberapa orang yang menghentikan asupan Vitamin C dosis tinggi secara tiba-tiba dapat kembali mengalami scurvy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar